Perjanjian perkawinan adalah istilah umum, terutama kepada pasangan suami istri campuran. Oleh karena itu, kami akan memberi tahu Anda setidaknya tiga hal penting yang harus dipersiapkan sebelum membuat perjanjian perkawinan, sebagai berikut: Perjanjian pemisahan aset Anda dan pasangan harus memiliki perjanjian tentang properti bawaan, properti bersama, serta penghasilan yang diperoleh pada saat menikah, apakah itu akan dipisahkan atau sebaliknya yaitu digabung,. Dalam hal pemisahan aset, itu harus didukung oleh bukti kepemilikan yang cukup. Pemisahan aset merupakan salah satu bagian penting dalam perjanjian perkawinan antara Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan menikah dengan Warga Negara Asing (WNA). Perjanjian hak dan kewajiban suami istri Jika ada perjanjian pemisahan aset, maka pasangan harus mempertimbangkan dan memahami hak dan tanggung jawabnya didalam sebuah pernikahan. Sementara itu, meskipun tidak ada perjanjian perkawinan, kedua belah pihak dapat memperkuat hak setiap orang, dan memperjelas kewajiban yang akan ditanggung oleh masing-masing pihak. Tentu saja, semua konsekuensi harus dipahami secara rinci oleh masing-masing pihak. Misalnya dari sisi istri, dia berhak mendapatkan uang dari suami, maka suami berhak menentukan pengeluaran apa yang mungkin dilakukan oleh istri selama itu tetap menjadi kebutuhan rumah tangga mereka. Sedangkan untuk kewajiban yang dapat ditentukan dalam perjanjian perkawinan salah satunya, suami memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak mereka, atau semua jenis furniture dan isi rumah termasuk menjadi hak istri bahkan dapat menjadi hak suami sepenuhnya. Tentukan Pengacara yang Akan Membantu Anda Akan ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih Pengacara yang akan membantu Anda dalam menyusun dan memberikan nasihat hukum, untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan perjanjian perkawinan ini. Pastikan Pengacara yang Anda pilih memiliki kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan.

Tiga Hal Penting yang Harus Anda Persiapkan Sebelum Membuat Perjanjian Perkawinan

Perjanjian perkawinan adalah istilah umum, terutama kepada pasangan suami istri campuran. Oleh karena itu, kami akan memberi tahu Anda setidaknya tiga hal penting yang harus dipersiapkan sebelum membuat perjanjian perkawinan, sebagai berikut:

  • Perjanjian pemisahan aset

Anda dan pasangan harus memiliki perjanjian tentang properti bawaan, properti bersama, serta penghasilan yang diperoleh pada saat menikah, apakah itu akan dipisahkan atau sebaliknya yaitu digabung,. Dalam hal pemisahan aset, itu harus didukung oleh bukti kepemilikan yang cukup. Pemisahan aset merupakan salah satu bagian penting dalam perjanjian perkawinan antara Warga Negara Indonesia (WNI)  yang akan menikah dengan Warga Negara Asing (WNA).

  • Perjanjian hak dan kewajiban suami istri

Jika ada perjanjian pemisahan aset, maka pasangan harus mempertimbangkan dan memahami hak dan tanggung jawabnya didalam sebuah pernikahan. Sementara itu, meskipun tidak ada perjanjian perkawinan, kedua belah pihak dapat memperkuat hak setiap orang, dan memperjelas kewajiban yang akan ditanggung oleh masing-masing pihak. Tentu saja, semua konsekuensi harus dipahami secara rinci oleh masing-masing pihak. Misalnya dari sisi istri, dia berhak mendapatkan uang dari suami, maka suami berhak menentukan pengeluaran apa yang mungkin dilakukan oleh istri selama itu tetap menjadi kebutuhan rumah tangga mereka. Sedangkan untuk kewajiban yang dapat ditentukan dalam perjanjian perkawinan salah satunya, suami memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak mereka, atau semua jenis furniture dan isi rumah termasuk menjadi hak istri bahkan dapat menjadi hak suami sepenuhnya.

  • Tentukan Pengacara yang Akan Membantu Anda

Akan ada banyak hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih Pengacara yang akan membantu Anda dalam menyusun dan memberikan nasihat hukum, untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan perjanjian perkawinan ini. Pastikan Pengacara yang Anda pilih memiliki kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan.

Leave a Comment