Apa itu Telex Visa? Bagaimana Cara Mendapatkannya?

“Ditjen hanya akan menyetujui telex visa jika Perusahaan Sponsor Indonesia dan tenaga kerja asing telah memenuhi seluruh dokumen”

Telex Visa merupakan persetujuan dari Direktorat Jenderal Imigrasi (“Ditjen’) kepada Kedutaan Besar Indonesia di seluruh dunia untuk mengeluarkan visa bagi WNA tersebut. Telex visa sekarang berubah menjadi Visa elektronik (e-Visa). Calon pemohon e-Visa Indonesia dapat mengajukan melalui situs web kedutaan besar/konsulat jenderal negara yang bersangkutan atau situs web yang ditunjuk. Calon pemohon tidak perlu datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia.

Karena adanya pandemi COVID-19, dikeluarkan Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Pada pasal 16 ayat (3) pemohon visa harus melampirkan :

  1. surat keterangan sehat yang menyatakan bebas dari COVID-19 dalam Bahasa Inggris;
  2. surat pernyataan dalam Bahasa Inggris yang menyatakan bersedia masuk karantina dan/atau perawatan dengan biaya sendiri di fasilitas karantina atau fasilitas pelayanan kesehatan yang ditetapkan pemerintah apabila pemeriksaan PCR oleh otoritas kesehatan Indonesia di pintu masuk negara memberikan hasil positif (+), atau terdapat gejala klinis COVID-19;
  3. surat pernyataan bersedia dilakukan pemantauan kesehatan selama masa karantina atau isolasi secara mandiri;
  4. bukti kepemilikan asuransi kesehatan/asuransi perjalanan yang mencakup pembiayaan kesehatan, dan/atau surat pernyataan bersedia membayar secara mandiri apabila terdampak COVID-19 selama di Indonesia.

Dalam konteks visa kerja, Ditjen hanya akan menyetujui telex visa jika Perusahaan Sponsor Indonesia dan tenaga kerja asing telah memenuhi seluruh dokumen yang dibutuhkan dari Kementerian  Ketenagakerjaan RI.

Selanjutnya, setelah persetujuan dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, WNA tersebut akan mengklaim visa yang disebutkan di Kedutaan Besar Indonesia atau Konsuler Diplomatik yang ditunjuk, dan kemudian WNA tersebut dapat menggunakannya untuk masuk ke Indonesia.

Masa berlaku telex visa diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 24 Tahun 2016 Tentang Prosedur Teknis Permohonan Dan Pemberian Visa Kunjungan Dan Visa Tinggal Terbatas. Pada pasal 42 ayat (2) disebutkan visa telex berlaku paling lama 60 (enam puluh) hari.

Untuk ilustrasi, jika visa telex telah disetujui pada 1 Januari, dan kemudian orang asing hanya memiliki waktu dua bulan (hingga 1 Maret) untuk mengklaim visa teleks dari Kedutaan Besar Indonesia yang telah dipilih. Jika orang asing tersebut mengklaim pada 10 Februari, dan mendapatkan visa teleks dua hari kemudian (pada 12 Februari), WNA tersebut memiliki waktu dua bulan untuk masuk ke Indonesia.

Dengan kata lain, WNA tersebut harus datang ke Indonesia tidak lebih dari pada 12 April mendatang. Setelah masuk di Indonesia, visa telex harus diubah menjadi KITAS dalam jangka waktu satu bulan dengan mengajukan permohonan ITAS di kantor imigrasi setempat .

Harap dicatat bahwa setelah tanggal kadaluwarsa Telex Visa, orang asing masih tidak dapat memasuki Indonesia, visa yang disebutkan akan secara otomatis dibatalkan dan harus menerapkan kembali aplikasi mereka dengan proses yang sama seperti sebelumnya.

Leave a Comment