Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperpanjang  penutupan sementara akses masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia. Mengacu kepada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19  No.4 Tahun 2020 penutupan akses bagi WNA ke Indonesia. Surat edaran tersebut menyatakan pelaku perjalanan yang merupakan WNA dari seluruh negara asing baik langsung maupun transit di negara asing untuk sementara waktu tidak diperkenankan memasuki Indonesia. Terkait hal tersebut dengan melihat situasi dan kondisi saat ini, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas resmi menyetujui untuk memperpanjang masa penutupan selama dua pekan lagi yakni hingga tanggal 28 Januari 2021. 

 

Berdasarkan bagian G tentang protokol khususnya dalam huruf (d) dan (e) Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19  No.4 Tahun 2020, ketentuan tersebut memiliki pengecualian yaitu terhadap pemegang visa diplomatik, visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas, pemegang  kartu izin tinggal terbatas dan kartu izin tinggal tetap dengan tetap menekankan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selain itu WNI dan WNA yang dikecualikan yang berasal dari seluruh negara asing pun diwajibkan untuk menunjukan hasil tes RT-PCR negatif di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Selanjutnya pada saat kedatangan mereka pun diwajibkan melakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 hari di tempat yang disediakan pemerintah untuk WNI dan WNA dengan akomodasi mandiri. Setelah menjalani karantina lebih lanjut mereka harus melakukan tes ulang RT-PCR jika hasilnya negatif barulah mereka dapat melanjutkan perjalanan dan agenda yang direncanakan. 

 

Menindaklanjuti peraturan tersebut dan Direktorat Jenderal Imigrasi juga melakukan beberapa penyesuaian. Melalui Surat Edaran No. IMI-2034.GR.01.01 Tahun 2020 disampaikan Direktorat Jenderal Imigrasi, khususnya Kepala Kantor Imigrasi menolak sementara seluruh permohonan visa kecuali terhadap izin masuk yang dikecualikan dalam huruf (e) nomor 5 bagian isi Surat Edaran No. IMI-2034.GR.01.01 Tahun 2020 yaitu:

  1. pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat Menteri ke atas,
  2. pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas,
  3. pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, dan
  4. awak alat angkut yang masuk dengan alat angkutnya

Terkait dengan pengecualian tersebut Kepala Kantor Imigrasi yang membawahi tempat pemeriksaan kemiigrasian akan melakukan pengawasan dan pengendalian terkait pemeriksaan keimigrasian dan pemberian izin masuk tersebut.

 

Dan, Kepala Divisi Kemiimigrasian dan Kepala Kantor Imigrasi terkait juga memiliki tugas untuk melakukan dan melaporkan secara berkala mengenai pembinaan, pengendalian, dan pengawasan pelaksanaan kebijakan penutupan sementara masuknya orang asing ke wilayah Indonesia. 

 

Penyesuaian Dalam Urusan Keimigrasian

Mengenai WNA pemegang ITAS/ITAP dan/atau Izin Masuk Kembali yang akan habis masa berlaku dan sedang berada di luar negeri saat ini, dapat melakukan perpanjangan izinnya secara online melalui aplikasi izin tinggal online. Dan, tetap harus melapor ke kantor imigrasi setelah datang ke Indonesia serta menyerahkan berkas persyaratan perpanjangan ITAS/ITAPnya bersamaan dengan pengambilan data biometrik langsung ketika yang bersangkutan telah berada di Indonesia.

Demikian artikel mengenai larangan masuk WNA ke Indonesia hingga 28 Januari 2021. Membutuhkan bantuan Elson? Silahkan hubungi kami di telepon 0819 3274 1333 atau email info@elson.co.id.

Leave a Comment