WNA Dilarang Masuk ke Indonesia Hingga 25 Januari 2021: Bagaimana Penyesuaian Terhadap Urusan Keimigrasian?

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memperpanjang  penutupan sementara akses masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia. Mengacu kepada Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19  No.4 Tahun 2020 penutupan akses bagi WNA ke Indonesia. Surat edaran tersebut menyatakan pelaku perjalanan yang merupakan WNA dari seluruh negara asing baik langsung maupun transit di negara asing untuk sementara waktu tidak diperkenankan memasuki Indonesia. Terkait hal tersebut dengan melihat situasi dan kondisi saat ini, Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas resmi menyetujui untuk memperpanjang masa penutupan selama dua pekan lagi yakni hingga tanggal 25 Januari 2021. 

 

Berdasarkan bagian G tentang protokol khususnya dalam huruf (d) dan (e) Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19  No.4 Tahun 2020 , ketentuan tersebut memiliki pengecualian yaitu terhadap pemegang visa diplomatik, visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas, pemegang  kartu izin tinggal terbatas dan kartu izin tinggal tetap dengan menekankan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selain itu WNI dan WNA yang dikecualikan yang berasal dari seluruh negara asing pun diwajibkan untuk menunjukan hasil tes RT-PCR negatif di negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan. Selanjutnya pada saat kedatangan mereka pun diwajibkan melakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 hari di tempat yang disediakan pemerintah untuk WNI dan WNA dengan akomodasi mandiri. Setelah menjalani karantina lebih lanjut mereka harus melakukan tes ulang RT-PCR jika hasilnya negatif barulah mereka dapat melanjutkan perjalanan dan agenda yang direncanakan. 

 

Peraturan tersebut belakangan ini telah diperbaharui dengan urat Edaran Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor 2 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang utamanya adalah memperpanjang masa penutupan WNA hingga 25 Januari 2021. Menindaklanjuti peraturan tersebut dan Direktorat Jenderal Imigrasi juga melakukan beberapa penyesuaian. Melalui peraturan nomor IMI-0103.GR.01.01 tahun 2021 tentang pembatasan sementara masuknya orang asing ke wilayah indonesia dalam masa pandemi corona virus disease 2019 (COVID-19). Dalam ketentuan tersebut tertera bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi, khususnya Kepala Kantor Imigrasi menolak sementara seluruh permohonan visa kecuali terhadap izin masuk yang dikecualikan dalam huruf (e) nomor 1  bagian isi Surat Edaran No. IMI-2034.GR.01.01 Tahun 2020 yaitu:

  1. pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat Menteri ke atas,
  2. pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas,
  3. pemegang izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap, dan
  4. awak alat angkut yang masuk dengan alat angkutnya
  5. pemegang visa kunjungan dan visa tinggal terbatas yang diterbitkan setelah surat edaran ini berlaku berdasarkan pertimbangan dan izin khusus tertulis dari Kementerian/Lembaga terkait,

Terkait dengan pengecualian tersebut Kepala Kantor Imigrasi yang membawahi tempat pemeriksaan kemiigrasian akan melakukan pengawasan dan pengendalian terkait pemeriksaan keimigrasian dan pemberian izin masuk tersebut. 

 

Penyesuaian Dalam Urusan Keimigrasian

Selain itu huruf (e) nomor 2  bagian isi Surat Edaran No. IMI-2034.GR.01.01 Tahun 2020 memberikan Penjelasan bagi WNA  yang ingin memperpanjang ITAS/ITAP sertai Izin masuk kembali khususnya untuk orang asing yang masih berada di luar negeri dan izin tinggalnya akan segera habis selama pembatasan ini berlaku. Pada pokoknya ketentuan ini memberikan penjelasan bahwa permohonan perpanjangan dapat diajukan oleh penjamin/ penanggung jawab ke Kantor Imigrasi secara elektronik melalui aplikasi izin tinggal online atau manual dengan tata cara sebagai berikut:

  1. Penjamin melampirkan fotokopi paspor
  2. Menyelesaikan permohonan tanpa melalui proses pengambilan biometrik dengan persetujuan Direktur Jenderal Imigrasi, dan
  3. Mewajibkan Penjamin/penanggung jawab untuk melaporkan kedatangan Orang Asing tersebut ke Kantor Imigrasi paling lama 21 (dua puluh satu) hari kerja sejak tanggal kedatangan guna melaksanakan peneraan ITAS/ITAP dan/atau IMK

Sehingga dapat disimpulkan dalam hal perpanjangan WNA melalui penjamin atau penanggung jawabnya dapat melakukan perpanjangan secara elektronik ataupun diwakilkan secara manual kepada imigrasi terkait. Setibanya di Indonesia WNA dapat menunjukkan bukti perpanjangan dari website terkait ataupun bukti perpanjangan secara manual yang telah di wakilkan. Namun, perlu digaris bawahi bahwa maksimal 21 hari setelah WNA tersebut tiba di Indonesia ia harus tetap datang ke Kantor Imigrasi tempat pengajuannya untuk melengkapi dokumen, pengambilan biometrik, dan kepentingan lainnya yang dibutuhkan untuk perpanjangan ITAS/ITAP atau IMK.

Demikian artikel mengenai larangan WNA masuk ke Indonesia hingga 25 Januari 2021 dan bagaimana penyesuaian terhadap urusan keimigrasian?. Membutuhkan bantuan Elson? Silahkan hubungi kami di telepon 0819 3274 1333 atau email info@elson.co.id.

Leave a Comment