Visa dan Izin Tinggal Bagi Warga Negara Asing Dalam Era New Normal

Visa dan Izin Tinggal Bagi Warga Negara Asing Dalam Era New Normal

Masa pandemic covid-19 menyebabkan perubahan dalam segala aspek kehidupan manusia mulai dari aspek ekonomi, aspek hukum dan aspek lain-lainnya. Sektor-sektor tersebut menyesuaikan dengan keadaan saat ini supaya tetap berjalan sebagaimana mestinya, seperti pada aspek hukum saat ini pemerintah melakukan pelarangan sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia guna menghindari penyebaran covid-19. Saat ini tidak semua WNA dapat masuk ke Indonesia dan hanya WNA tertentu saja yang dapat ke Indonesia, merujuk pada Pasal 2 (3) Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Visa dan dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru disebutkan bahwa yang dapat masuk ke wilayah Indonesia adalah WNA dengan pemegang Visa dan/ atau izin tinggal sebagai berikut:

  1. Visa dinas
  2. Visa diplomatic
  3. Visa kunjungan
  4. Visa tinggal terbatas
  5. Izin Tinggal dinas
  6. Izin Tinggal diplomatic
  7. Izin Tinggal terbatas
  8. Izin Tinggal tetap

Selain WNA pemegang visa dan/atau izin tinggal yang telah disebutkan di atas, hal tersebut juga berlaku bagi awak alat angkut yang datang dengan menggunakan alat pengangkutnya, WNA pemegang kartu perjalanan pebisnis asia-pacific economic cooperation (KPP APEC) serta pelintas batas tradisional juga dapat masuk ke wilayah Indonesia.

       Saat ini Menteri menghentikan sementara terhadap pemberian bebas Visa kunjungan dan visa kunjungan saat kedatangan sampai dengan pandemic covid-19 dinyatakan berakhir. Pemberian bebas visa kunjungan dikecualikan bagi awak alat angkut yang datang dengan menggunakan alat angkutnya. Untuk visa kunjungan yang dimaksud pada Pasal 2 (3) Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Visa dan dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru merupakan Visa kunjungan untuk 1 (satu) kali perjalanan yang diberikan dalam rangka:

  1. Melakukan pekerjaan darurat dan mendesak;
  2. Melakukan pembicaraan bisnis;
  3. Melakukan pembelian barang;
  4. Uji coba keahlian bagi calon tenaga kerja asing;
  5. Tenaga bantuan dan dukungan medis dan pangan; dan
  6. Bergabung dengan alat angkut yang berada di wilayah Indonesia.

Sedangkan untuk visa tinggal terbatas diberikan kepada WNA dalam rangka:

  1. Untuk bekerja yang meliputi:
    • Sebagai tenaga ahli
    • Bergabung untuk bekerja di atas kapal, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan nusantara, laut teritorial, atau landas kontinen, serta Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia
    • Melakukan pengawasan kualitas barang atau produksi
    • Melakukan inspeksi atau audit pada cabang perusahaan di Indonesia
    • Melayani purna jual
    • Memasang dan mereparasi mesin
    • Melakukan pekerjaan nonpermanen dalam rangka konstruksi; dan
    • Calon tenaga kerja asing yang akan bekerja dalam rangka uji coba keahlian
  2. Untuk tidak bekerja meliputi:
    • Melakukan penanaman modal asing
    • Penyatuan keluarga
    • Wisatawan lanjut usia mancanegara

Untuk mendapatkan Visa kunjungan dan Visa tinggal terbatas penjamin dapat mengajukan kepada Direktur Jenderal Imigrasi secara online melalui www.visa-online.imigrasi.go.id. Saat melakukan pengajuan secara online harus melampirkan beberapa dokumen antara lain:

  1. Surat keterangan sehat (health certificate) berisi keterangan bebas dari COVID-19 dalam Bahasa Inggris yang dikeluarkan oleh lembaga yang diberikan kewenangan oleh pemerintah di negara masing-masing
  2. Surat pernyataan dalam Bahasa Inggris yang menyatakan bersedia masuk karantina dan/atau perawatan dengan biaya sendiri di fasilitas karantina atau fasilitas pelayanan kesehatan yang ditetapkan pemerintah apabila pemeriksaan PCR oleh otoritas kesehatan Indonesia di pintu masuk negara memberikan hasil positif (+), atau terdapat gejala klinis COVID-19 sesuai protokol kesehatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan
  3. Surat pernyataan bersedia dilakukan pemantauan kesehatan selama masa karantina atau isolasi secara mandiri sesuai dengan protokol kesehatan dan ketentuan peraturan perundang-undangan
  4. Bukti kepemilikan asuransi kesehatan/asuransi perjalanan yang mencakup pembiayaan kesehatan, dan/atau surat pernyataan bersedia membayar secara mandiri apabila terdampak COVID-19 selama di Indonesia

Bagi penjamin yang melakukan permohonan terhadap visa kunjungan wajib melampirkan persyaratan lain yaitu melampirkan bukti ketersediaan dana paling sedikit US$10.000 (sepuluh ribu Dollar Amerika) atau setara dari lembaga keuangan atau bank di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidup selama di Indonesia. Namun hal tersebut dikecualikan untuk pemohon visa kunjungan bagi tenaga bantuan dan dukungan medis dan pangan serta kru alat angkut.

Baca Juga : Panduan Pembuatan &Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas (ITAS)

       WNA yang akan masuk ke Indonesia harus memenuhi protocol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian atau lembaga yang melaksanakan penanganan covid-19 sebagaimana disebutkan di dalam Pasal 2 (1) dan (2) Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Visa dan dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Kementerian yang melaksanakan penanganan covid-19 ialah Kementerian Kesehatan, berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/332/2020 disebutkan protocol kesehatan yang harus dipenuhi oleh WNA agar dapat masuk ke Indonesia yaitu:

  1. Dokter Kantor Kesehatan yang ada di pelabuhan/bandara udara/PLBDN melakukan pengecekan terhadap health certificate yang dibawa oleh WNA. Health certificate menggunakan bahasa inggris dan berlaku selama 7 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan dari negara asal.
  2. Pemeriksaan kesehatan tambahan meliputi wawancara, pemeriksaan suhu, tanda dan gejala covid-19, pemeriksaan saturasi oksigen dan pemeriksaan rapid test.
  3. Bagi WNA yang hasil rapid testnya nonreaktif maka:
    • Diberikan klirens kesehatan oleh petugas kesehatan di fasilitas karanina
    • Membawa health alert card yang sudah diberikan di pintu masuk
    • Dapat melanjutkan ke daerah tempat tujuan dengan memakai masker dan berjaga jarak, perjalanan tersebut difasilitasi oleh pemerintah
    • Melakukan karantina mandiri 14 hari di rumah masing-masing, menerapkan physical distancing, memakai masker dan menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih
    • Klirens kesehatan diserahkan kepada perwakilan negaranya di Indonesia agar dapat diteruskan kepada dinas kesehatan Kabupaten/Kota setempat sesuai dengan tempat tinggal WNA
  4. Bagi WNA yang hasil rapid testnya reaktif maka akan melakukan test RT-PCR, jika di dapatkan hasil test RT-PCRnya negative maka dapat melanjutkan perjalanan ke daerah yang dituju sesuai pada huruf c. Apabila test RT-PCR positif dan memiliki gejala demam dan/atau salah satu gejala penyakit pernafasan maka akan dirujuk ke rumah sakit darurat/rumah sakit rujukan di wilayah setempat. Apabila test RT-PCR negative dan tidak memiliki gejala demam dan/atau gejala pernafasan maka dilakukan karantina di tempat/fasilitas karantina

Terkait dengan izin tinggal bagi WNA dalam era new normal terdapat ketentuan yang harus dipatuhi. Bagi WNA pemegang izin tinggal kunjungan yang berasal dari Visa kunjungan saat kedatangan, Visa kunjungan satu kali perjalanan, Visa kunjungan beberapa kali perjalanan dan kartu perjalanan pebisnis APEC (KPP APEC) yang telah memperoleh izin tinggal keadaan terpaksa dikarenakan adanya pandemic covid-19 dan berada di wilayah Indonesia dapat mengajukan permohonan untuk perpanjangan izin tinggal pada kantor imigrasi. Jangka waktu perpanjangan izin tinggal adalah 30 hari dan izin tinggal kunjungan tersebut dapat dialihkan menjadi izin tinggal terbatas.

Untuk WNA pemegang izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap yang telah mendapatkan izin tinggal terpaksa karena adanya covid-19 dan berada di wilayah Indonesia dapat diberikan perpanjangan, bagi Izin tinggal terbatas yang telah diperpanjang dapat dialihkan status menjadi izin tinggal tetap. Berdasarkan Pasal 39 dan Pasal 41 (2) jo. Pasal 37 Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 43 Tahun 2015 disebutkan bahwa untuk melakukan permohonan pengalihan status dari izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap dengan cara mengisi aplikasi data serta melampirkan dokumen antara lain:

  1. Surat keterangan tempat tinggal yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  2. Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku yang memuat keterangan izin tinggal terbatas
  3. KITAS
  4. Surat penjaminan dari penjamin
  5. KTP dan Kartu Keluarga penjamin
  6. KITAS atau KITAP apabila penjamin merupakan WNA
  7. Pernyataan integrasi dikecualikan bagi anak berusia di bawah 18 tahun dan belum kawin
  8. Surat kuasa bermaterai cukup apabila permohonan diajukan melalui kuasa
  9. Izin mempekerjakan TKA dari instansi pemerintah yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan
  10. KITAS yang menunjukkan bahwa WNA tersebut telah tinggal selama 3 tahun berturut-turut di wilayah Indonesia
  11. Jabatan yang bersangkutan sebagai pimpinan tertinggi perusahaan atau kepala perwakilan perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia

Apabila izin tinggal terbatas dan izin tinggal tetap tidak dapat diperpanjang maka dapat diberikan izin tinggal baru setelah memperoleh persetujuan visa. Persetujuan visa tersebut terdiri atas persetujuan visa kunjungan dan persetujuan visa tinggal terbatas. Untuk memperoleh persetujuan visa maka penjamin harus mengajukan permohonan kepada Direktur Jenderal Imigrasi dengan mekanisme:

  1. Pengajuan permohonan melalui visa-online.imigrasi.go.id lalu menggunggah beberapa dokumen dan persyaratan yang dibutuhkan
  2. Pembayaran persetujuan visa dan visa

Nantinya persetujuan visa kunjungan dikirimkan secara elektronik berupa e-Visa dan persetujuan tersebut berlaku sebagai izin tinggal kunjungan. Untuk persetujuan visa tinggal terbatas baru dapat diberikan izin tinggal terbatas setelah melapor pada kantor imigrasi yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal orang asing.

Leave a Comment