Pengalihan Sponsor Bagi Pemegang KITAS

Pengalihan Sponsor Bagi Pemegang KITAS

Izin Tinggal Terbatas atau yang biasa dikenal dengan ITAS yaitu identitas yang diberikan kepada Warga Negara Asing (WNA) yang akan tinggal sementara waktu di Indonesia. Berdasarkan Pasal 141 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2016 bahwa ITAS dapat diberikan kepada :

  1. Orang asing yang masuk wilayah Indonesia dengan visa tinggal terbatas;
  2. Anak yang pada saat lahir di wilayah Indonesia ayah dan/atau ibunya pemegang    Izin Tinggal terbatas;
  3. Orang asing yang diberikan alih status dari Izin Tinggal kunjungan;
  4. Nakhoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  5. Orang Asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia; atau
  6. Anak dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia

Orang asing yang dimaksud pada Pasal 141 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2016 yaitu meliputi:

  1. Orang asing dalam rangka penanam modal;
  2. Bekerja sebagai tenaga ahli;
  3. Melakukan tugas sebagai rohaniawan;
  4. Mengikuti pendidikan dan pelatihan;
  5. Mengadakan penelitian ilmiah;
  6. Menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas;
  7. Menggabungan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia;
  8. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal terbatas atau Izin Tinggal Tetap bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin;
  9. Orang Asing eks warga negara Indonesia; dan
  10. Wisatawan lanjut usia mancanegara

Jangka waktu bagi WNA yang mempunyai ITAS untuk menetap di Indonesia paling lama 2 tahun dan dapat diperpanjang, dengan keseluruhan izin tinggal di Indonesia tidak lebih dari 6 tahun. Tidak hanya itu, Izin Tinggal Terbatas juga diberikan kepada WNA untuk melakukan pekerjaan di Indonesia dan jangka waktu yang dimiliki ialah 90 hari dan dapat diperpanjang. Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas diberikan paling lama 30 hari dengan keseluruhan izin tinggal di Indonesia tidak lebih dari 180 hari.

WNA yang akan mengajukan izin tinggal terbatas harus memenuhi beberapa syarat yang telah ditetapkan salah satunya adalah harus ada surat penjaminan dari penjamin atau sponsor. Sponsor dapat berupa orang atau korporasi, nantinya sponsor akan bertanggung jawab terhadap WNA tersebut selama di Indonesia. WNA yang memerlukan surat penjaminan dari sponsor antara lain:

  1. Anak yang pada saat lahir di wilayah Indonesia ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal terbatas;
  2. Orang asing dalam rangka penanaman modal;
  3. Orang asing yang mengikuti pendidikan dan pelatihan;
  4. Orang asing yang melakukan tugas sebagai rohaniawan;
  5. Orang asing yang bekerja sebagai tenaga ahli;
  6. Orang asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal Terbatas;
  7. Anak yang berusia di bawah 18 tahun dan belum kawin yang ingin menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal terbatas atau Izin Tinggal Tetap;
  8. Orang Asing eks warga negara Indonesia;
  9. Wisatawan usia lanjut mancanegara.

Seiring dengan berjalan waktu sponsor bagi WNA yang memegang ITAS dapat berganti atau beralih sponsor.

Baca Juga : Panduan Pembuatan &Perpanjangan Izin Tinggal Terbatas (ITAS)

Permintaan alih sponsor dapat diajukan oleh WNA yang bersangkutan atau sponsor baru kepada Kepala Kantor Imigrasi yang wilayah kerjanya sesuai dengan tempat tinggal WNA yang bersangkutan. Syarat-syarat yang harus dilengkapi untuk melakukan pengalihan sponsor antara lain:

  1. Surat permohonan dan surat jaminan dari sponsor baru
  2. Paspor kebangsaan orang asing yang bersangkutan yang sah dan masih berlaku
  3. Izin Tinggal Terbatas yang bersangkutan
  4. Surat Keterangan pernyataan dari sponsor lama yang menyatakan tidak keberatan apabila WNA yang bersangkutan melakukan alih sponsor
  5. Rekomendasi alih sponsor dari instansi
  6. RPTKA dari sponsor
  7. Akte pendirian sponsor lama dan sponsor baru

Pengalihan dari sponsor lama ke sponsor baru dapat dilakukan dalam hal antara lain:

  1. Antar badan usaha, perusahaan atau organisasi swasta maupun pemerintah yang masih satu grup dan atau pemiliknya sama
  2. Antar badan usaha, perusahaan atau organisasi swasta maupun pemerintah yang masih memiliki ikatan kerjasama yang erat berdasarkan adanya keterikatan jenis produk yang saling melengkapi
  3. Antar badan usaha, perusahaan atau organisasi swasta maupun pemerintah yang memiliki kegiatan usaha berkaitan dengan pelaksanaan proyek-proyek pemerintah berdasarkan adanya rekomendasi dari instansi yang berwenang

Jadi WNA dapat melakukan permohonan untuk melakukan pengalihan dari sponsor lama ke sponsor yang baru dengan memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan diatas.

Author : Deza Pasma

Leave a Comment