Update: Layanan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Tatanan Kenormalan Baru

Update: Layanan Izin Tinggal Keimigrasian Dalam Tatanan Kenormalan Baru

Dengan adanya pandemi Covid-19 saat ini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI bidang Keimigrasian melakukan penyesuaian kembali pemberian layanan izin tinggal kepada orang asing guna memberikan perlindungan dan kepastian hukum khususnya terhadap Orang Asing yang berada di Indonesa. Direktorat Jenderal Imigrasi mengeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi tentang Layanan Izin Tinggal Keimigrasian dalam Tatanan Kenormalan Baru.

Dalam SE Dirjen Imigrasi tersebut, beberapa pengaturan terhadap keberadaan orang asing diantaranya mengatur bahwa orang asing pemegang ITK yang telah memperoleh ITKT termasuk Pemegang ITK yang berasal dari Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan (VKBP D212) dan Orang Asing pemegang APEC Business Travel Card (ABTC), dengan masa berlaku setiap perpanjangan selama 30 hari, dapat memperpanjang izin tinggalnya berdasarkan ITK sebelumnya selama masa pandemi Covid-19 belum berakhir dan belum ada alat angkut untuk keluar wilayah Indonesia. Orang Asing pemegang ITK dan VKBP D212 yang telah memperpanjang izin tinggalnya dapat mengajukan alih status menjadi ITAS setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Orang Asing Pemegang ITAS dan ITAP yang telah selesai izin tinggalnya, dapat mengajukan teleks Visa Kunjungan atau teleks Visa Tinggal Terbatas melalui Aplikasi Visa Online pada Sub-Direktorat Visa, Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Sementara, untuk Orang Asing yang sudah memiliki teleks visa dapat mengajukan permohonan ITK atau ITAS setelah membayar PNBP biaya Visa kepada Kantor Imigrasi setempat tanpa meninggalkan wilayah Indonesia dan tanpa mengajukan visa kepada perwakilan RI di luar negeri.

Untuk Orang Asing pemegang BVK dan pemegang Crew Visit dapat mengajukan teleks Visa Kunjungan atau teleks Visa Tinggal Terbatas melalui aplikasi Visa Online pada Sub-Direktorat Visa, Direktorat Lalu Lintas Keimigrasian, Direktorat Jenderal Imigrasi setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Orang Asing yang sudah memiliki teleks visa, dapat mengajukan permohonan ITK atau ITAS setelah membayar PNBP biaya Visa kepada Kantor Imigrasi setempat tanpa meninggalkan wilayah Indonesia dan tanpa mengajukan visa kepada perwakilan RI di luar negeri. Bukti pembayaran PNBP Visa dianggap sebagai Bukti Telah Memiliki Visa. Paspor Orang Asing pemegang teleks visa kunjungan diterakan Cap Pemberian/Perpanjangan Izin Tinggal Kunjungan “Visit Stay”dan Paspor Orang Asing pemegang teleks visa tinggal terbatas diterakan Cap Pemberian/Perpanjangan Izin Tinggal terbatas sekaligus Izin Masuk Kembali “Limited Stay & Re-Entry”.