IZIN TINGGAL TERBATAS KETAHUI PROSEDUR PENGURUSAN DAN PERUNTUKANNYA DI INDONESIA

IZIN TINGGAL TERBATAS: KETAHUI PROSEDUR PENGURUSAN DAN PERUNTUKANNYA DI INDONESIA

“Pemberian, perpanjangan, dan pembatalan izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas, dan izin tinggal tetap dilakukan oleh Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk.”

Sudah tau belum, kalau tiap Orang Asing yang berada di wilayah Indonesia wajib memiliki izin tinggal. Izin tinggal merupakan izin yang diberikan kepada Orang Asing oleh Pejabat Imigrasi atau pejabat dinas luar negeri untuk berada di wilayah Indonesia. Izin tinggal diberikan kepada Orang Asing sesuai dengan visa yang dimilikinya, salah satu izin tinggal adalah izin tinggal terbatas. Ketentuan mengenai izin tinggal terbatas diatur dalam UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2013 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2016.

Izin tinggal terbatas diberikan kepada:

  1. Orang asing yang masuk wilayah Indonesia dengan visa tinggal terbatas;
  2. Anak yang pada saat lahir di wilayah Indonesia ayah dan/atau ibunya pemegang izin tinggal terbatas;
  3. Orang asing yang diberikan alih status dari izin tinggal kunjungan;
  4. Nahkoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  5. Orang asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia; atau
  6.  Anak dari orang asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia.

Orang asing yang dimaksud antara lain meliputi:

  1. Orang asing dalam rangka penanaman modal;
  2. Bekerja sebagai tenaga ahli;
  3. Melakukan tugas sebagai rohaniawan;
  4. Mengikuti pendidikan dan pelatihan;
  5. Mengadakan penelitian ilmiah;
  6. Menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang izin tinggal terbatas;
  7. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu WNI;
  8. Menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu pemegang izin tinggal terbatas atau izin tinggal tetap bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin;
  9.  Orang asing eks WNI; dan
  10.  Wisatawan lanjut usia mancanegara.

Izin tinggal terbatas diberikan untuk waktu paling lama 2 (dua) tahun, lho dan dapat diperpanjang dengan ketentuan keseluruhan izin tinggal di wilayah Indonesia tidak lebih dari 6 (enam) tahun. Apabila izin tinggal terbatas telah berakhir masa berlakunya dan tidak dapat diperpanjang kembali karena telah mencapai jangka waktu 6 (enam) tahun, maka orang asing yang tinggal di Indonesia diharuskan kembali ke negara asalnya atau dapat mengajukan alih status dari izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap. 

Izin tinggal terbatas berakhir karena pemegang izin tinggal terbatas dalam kondisi berikut :

  1. Kembali ke negara asalnya dan tidak bermaksud masuk lagi ke wilayah Indonesia;
  2. Kembali ke negara asalnya dan tidak kembali lagi melebihi masa berlaku izin masuk kembali yang dimilikinya;
  3. Memperoleh kewarganegaraan RI;
  4. Izinnya telah habis masa berlaku;
  5. Izinnya beralih status menjadi izin tinggal tetap;
  6. Izinnya dibatalkan oleh Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk;
  7. Dikenai deportasi; atau
  8. Meninggal dunia.

Pengurusan Izin Tinggal terbatas sebenarnya tidak terlalu rumit, lho. Begini prosedur untuk memperoleh izin tinggal terbatas :

  1.   Permohonan izin tinggal terbatas diajukan oleh orang asing atau penjaminnya kepada kepala kantor imigrasi atau pejabat imigrasi yang ditunjuk yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal orang asing.
  2.   Permohonan tersebut diajukan dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan persyaratan:
    1.   bagi anak yang pada saat lahir di Wilayah Indonesia ayah dan/atau ibunya pemegang Izin Tinggal terbatas, meliputi:
      1.   surat penjaminan dari Penjamin;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   fotokopi akta kelahiran;
      4.   fotokopi akta perkawinan atau buku nikah dari orang tua;
      5.   fotokopi Paspor Kebangsaan ayah dan/atau ibu yang sah dan masih berlaku; dan
      6.   fotokopi Izin Tinggal terbatas ayah dan/atau ibu yang masih berlaku.
    2. bagi Orang Asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia, meliputi:
      1.   surat permohonan dari suami atau istri yang warga negara Indonesia;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   surat keterangan domisili;
      4.   fotokopi akta perkawinan atau buku nikah;
      5.   fotokopi surat bukti pelaporan perkawinan dari kantor catatan sipil untuk pernikahan yang dilangsungkan di luar negeri;
      6.   fotokopi kartu tanda penduduk suami atau istri warga negara Indonesia yang masih berlaku; dan
      7.   fotokopi kartu keluarga suami atau istri yang warga negara Indonesia.
    3.   bagi anak dari Orang Asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia, yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin, meliputi:
      1.   surat permohonan dari ayah dan/atau ibu yang warga negara Indonesia;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   surat keterangan domisili;
      4.   fotokopi akta kelahiran;
      5.   fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua;
      6.   fotokopi kartu tanda penduduk ayah atau ibu warga negara Indonesia yang masih berlaku; dan
      7.   fotokopi kartu keluarga ayah atau ibu yang warga negara Indonesia.
    4. bagi Orang Asing yang meliputi Orang Asing dalam rangka penanaman modal, bekerja sebagai tenaga ahli, melakukan tugas sebagai rohaniawan, mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan mengadakan penelitian ilmiah:
      1.   surat penjaminan dari Penjamin;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   surat keterangan domisili; dan
      4.   surat rekomendasi dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait.
    5.   bagi Orang Asing yang menggabungkan diri dengan suami atau istri pemegang Izin Tinggal terbatas, meliputi:
      1.   surat penjaminan dari Penjamin;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   surat keterangan domisili;
      4.   fotokopi akta perkawinan atau buku nikah; dan
      5.   fotokopi Izin Tinggal terbatas suami atau istri.
    6. bagi Orang Asing yang menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu bagi anak berkewarganegaraan asing yang mempunyai hubungan hukum kekeluargaan dengan ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia, meliputi:
      1.   surat permohonan dari ayah dan/atau ibu yang warga negara Indonesia;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   surat keterangan domisili;
      4.   fotokopi akta kelahiran;
      5.   fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua;
      6.   fotokopi kartu tanda penduduk ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia yang masih berlaku; dan
      7.   fotokopi kartu keluarga ayah dan/atau ibu yang warga negara Indonesia.
    7. bagi anak yang berusia di bawah 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin yang menggabungkan diri dengan ayah dan/atau ibu pemegang Izin Tinggal terbatas atau Izin Tinggal Tetap, meliputi:
      1.   surat penjaminan dari Penjamin;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   surat keterangan domisili;
      4.   fotokopi akta kelahiran;
      5.   fotokopi akta perkawinan atau buku nikah orang tua;
      6.   fotokopi Paspor Kebangsaan ayah dan/atau ibu yang sah dan masih berlaku; dan
      7.   fotokopi Izin Tinggal terbatas ayah dan/atau ibu yang sah dan masih berlaku.
    8. bagi Orang Asing eks warga negara Indonesia, meliputi:
      1.   surat penjaminan dari Penjamin;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   surat keterangan domisili; dan
      4.   bukti yang menunjukkan pernah menjadi warga negara Indonesia.
    9.     bagi wisatawan lanjut usia mancanegara yang berusia 55 tahun ke atas, meliputi:
      1.   surat penjaminan dari biro perjalanan wisata yang mempunyai izin operasional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
      2.   Paspor Kebangsaan yang sah dan masih berlaku;
      3.   surat pernyataan mengenai tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama di Indonesia dari lembaga dana pensiun atau bank di Negara asalnya ataupun di Indonesia;
      4.   polis asuransi kesehatan, asuransi kematian, dan asuransi tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga di bidang perdata;
      5.   pernyataan secara tertulis untuk tinggal di sarana akomodasi yang tersedia selama di Indonesia, baik yang diperoleh dengan cara sewa, sewa beli atau pembelian; dan
      6.   surat pernyataan mempekerjakan tenaga kerja informal warga negara Indonesia.
    10.   Permohonan diajukan dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanda masuk diberikan, jika tidak akan dikenai biaya beban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
    11.   Kepala kantor imigrasi atau pejabat imigrasi yang ditunjuk memeriksa persyaratan, kemudian jika persyaratan telah terpenuhi dan dilakukan pengambilan foto, dalam waktu paling lama 4 (empat) hari kerja menerbitkan izin tinggal terbatas.
    12.   Permohonan izin tinggal terbatas bagi nakhoda, awak kapal, atau tenaga ahli asing di atas kapal laut, alat apung, atau instalasi yang beroperasi di wilayah perairan dan wilayah yurisdiksi Indonesia diajukan oleh Penjamin kepada Direktur Jenderal atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk. Permohonan dapat diajukan sebelum atau sesudah memasuki wilayah perairan Indonesia.
    13.   Permohonan yang diajukan sebelum memasuki wilayah perairan Indonesia diajukan dengan melampirkan syarat:
      1. surat penjaminan dari Penjamin;
      2. daftar awak kapal yang ditandatangani oleh nakhoda;
      3. fotokopi paspor; dan
      4. surat keterangan dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait
    14.   Permohonan yang diajukan sesudah memasuki wilayah perairan Indonesia diajukan dengan melampirkan syarat:
      1. surat penjaminan dari Penjamin;
      2. daftar awak kapal yang ditandatangani oleh nakhoda dan diketahui oleh Pejabat Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi;
      3. fotokopi paspor yang telah diberikan Tanda Masuk; dan
      4. surat keterangan dari instansi dan/atau lembaga pemerintahan terkait.
    15.   Dalam hal permohonan diajukan sesudah memasuki wilayah perairan Indonesia, diajukan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak Tanda Masuk diberikan. Apabila tidak diajukan dalam jangka waktu tersebut dikenai biaya beban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. apabila persyaratan telah terpenuhi, Direktur Jenderal atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk memberikan persetujuan penerbitan izin tinggal terbatas.

 

Itulah prosedur pengurusan Izin Tinggal Terbatas di Indonesia.

 

Bagaimana mudah dipahami bukan? Jika terdapat pertanyaan seputar Izin Tinggal atau membutuhkan bantuan untuk pengurusannya, silahkan menghubungi kami, ya.