+62-819-3274-1333 info@elson.co.id

“Perlu diingat bahwa tanggung jawab tersebut diatas, juga berlaku bagi setiap anggota Direksi yang salah atau lalai yang pernah menjabat 5 (lima) tahun kebelakang sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan.”

Kami yakin anda pasti sudah sangat familiar dengan kata – kata Perseroan Terbatas atau biasa disebut dengan PT, Direksi, Komisaris, Pemegang Saham maupun istilah istilah yang umumnya muncul ketika kita berbicara mengenai suatu perusahaan atau badan usaha.

Namun masih banyak juga pihak – pihak terutama dari kalangan “startup” yang masih bingung dan ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa itu PT? mengapa PT disebut sebagai badan hukum? apa bedanya jabatan Direksi dan Komisaris? bagaimana tanggung jawab masing – masing organ dalam suatu PT?

Sesuai dengan Undang Undang No. 40 tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas (UUPT), suatu PT memiliki 3 (tiga) organ utama yang memiliki fungsinya masing – masing, yaitu:

  1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);
  2. Dewan Komisaris; dan
  3. Direksi.

Dalam tulisan ini, kami secara khusus membahas hal apa yang menjadi tanggung jawab Direksi, sebagai salah satu organ PT yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk melakukan pengurusan PT termasuk sebagai pihak yang berhak untuk bertindak dan mewakili PT baik didalam maupun diluar pengadilan.

Direksi selain memiliki kewenangan untuk melakukan pengurusan PT, juga diiringi dengan beberapa tanggung jawab dalam menjalankan pegurusan dimaksud, salah satu tanggung jawab Direksi adalah apabila PT yang mereka pimpin dinyatakan pailit dan salah satu penyebab kepailitan tersebut adalah karena kesalahan atau kelalaian Direksi dalam melaksanakan pengurusan, sedangkan harta pailit yang merupakan kekayaan PT tidak cukup untuk membayar seluruh kewajiban PT yang ada, maka sesuai dengan ketentuan Pasal 104 (2) UUPT, setiap anggota Direksi secara tanggung renteng atau bersama – sama akan bertanggung jawab atas seluruh kewajiban yang tidak terlunasi dari harta pailit PT dimaksud.

Perlu diingat bahwa tanggung jawab tersebut diatas, juga berlaku bagi setiap anggota Direksi yang salah atau lalai yang pernah menjabat 5 (lima) tahun kebelakang sebelum putusan pernyataan pailit diucapkan.
Cukup besar bukan tanggung jawab seorang anggota Direksi PT? Namun jangan panik atau anda menjadi ragu untuk menjadi Direksi pada suatu PT, karena selama Direksi dapat membuktikan bahwa mereka selama ini telah melakukan hal – hal dibawah ini, maka mereka tidak dapat dibebankan kewajiban tersebut diatas, yaitu:

  1. Kepailitan tersebut bukan karena kesalahan atau kelalaiannya;
  2. Telah melakukan pengurusan dengan itikad baik, kehati-hatian, dan penuh tanggungjawab untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan;
  3. Tidak mempunyai benturan kepentingan baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan yang dilakukan; dan
  4. Telah mengambil tindakan untuk mencegah terjadinya kepailitan.

Bagaimana ELSON membantu Anda?

ELSON merupakan perusahaan yang fokus memberikan pelayanan jasa hukum yang komprehensif bagi Warga Negara Asing (WNA) maupun pasangan perkawinan campuran di Indonesia serta hal – hal lain terkait dengan pendirian badan usaha anda.

Silakan hubungi kami di nomor telepon dan email berikut 0819 3274 1333 dan info@elson.co.id

Author            : Nadhia Amania